<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996</id><updated>2011-04-21T21:50:20.755-07:00</updated><category term='Rafflesiana'/><category term='Adenium obesum'/><category term='Chiroptera'/><category term='Belimbing buluh'/><category term='Rekayasa Genetika'/><category term='ADENIUM'/><category term='Anthurium'/><category term='Peranan Biji'/><category term='KOMPOS'/><category term='KANTONG SEMAR'/><category term='Mandevilla Sanderi'/><category term='pupuk guano'/><category term='EPHORBIA'/><category term='Bunga'/><category term='IKAN CUPANG'/><title type='text'>Tanaman &amp; Hewan</title><subtitle type='html'>ADENIUM,KAMBOJA JEPANG,EUPHORBIA,AGLONEMA,Anthurium</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-7223699368635309752</id><published>2008-04-22T19:26:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T19:33:54.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mandevilla Sanderi'/><title type='text'>Mandevilla Sanderi: Tanaman Rambat Yang Berbunga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SA6fmOBCw4I/AAAAAAAAADk/OdjbLmjOqrk/s1600-h/Mandevilla+Sanderi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SA6fmOBCw4I/AAAAAAAAADk/OdjbLmjOqrk/s320/Mandevilla+Sanderi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192262899351077762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ditulis oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tabloidgallery                                      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;p&gt;Tanaman rambat banyak digunakan sebagai naungan dan juga menjadi penutup dari satu tempat yang dirasa membutuhkan pelindung dari sinar matahari. Banyak macam dan ragam tanaman hias namun yang mampu berbunga lebat dan punya warna yang indah jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya adalah Mandevilla Sandersi tanaman rambat berbunga dengan banyak pilihan warna.   &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanaman rambat banyak digunakan sebagai naungan dan juga menjadi penutup dari satu tempat yang dirasa membutuhkan pelindung dari sinar matahari. Banyak macam dan ragam tanaman hias namun yang mampu berbunga lebat dan punya warna yang indah jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya adalah Mandevilla Sandersi tanaman rambat berbunga dengan banyak pilihan warna. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanaman rambat memang banyak digunakan untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Disitu memang tanaman rambat akan lebih mendukung konsep tersebut karena mampu tumbuh rimbun dan mempunyai bunga yang berwarna cerah. Kesan yang muncul selain teduh juga mampu memberikan kombinsai warna yang menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mandevilla&lt;/span&gt; sendiri disebut juga sebagai bunga terompet karena bunga yang muncul mirip seperti terompet. Tanaman ini diyakini berasal dari wilayah Florida, Amerika Serikat dengan kombinasi warna yang beragam mulai dari merah, putih, dan pink. Bentuk kelopak juga cukup beragam salah satunya mampu tumbuh menumpuk seperti halnya adenium dokson atau bunga mawar. Tanaman yang cukup melegenda di dunia landscape dan eksterior ini mempunyai karakter membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh. Kondisi ini tentu sangat cocok dengan fungsi tanaman sebagai naungan. Apalagi bila lokasi rumah berada di daerah perkotaan yang punya suhu udara sangat panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Badrun Sutiyuko&lt;/span&gt; dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aghissa Florist Banjarmasin&lt;/span&gt; yang menjual mandevilla, tanaman ini meski berasal dari wilayah yang dingin namun bisa tumbuh baik dengan lingkungan yang panas. Bahkan semakin banyak terkena sinar matahari warna yang muncul akan makin cerah. Secara fisiologis tanaman ini hampir tidak berbeda dengan tanaman merambat lainnya yaitu punya batang yang menjulur dan akar yang menempel pada tempat naungan. Kelebihan yang paling menonjol pada tanaman ini adalah bentuk bunga yang cukup besar. Meski disebut juga sebagai bunga terompet namun bentuk kelopak bunga juga hampir mirip dengan kembang sepatu (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hibiscus rosa-sinensis L&lt;/span&gt;.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang di luar negeri juga disebut sebagai brazilian jasmine ini punya bentuk yang cukup menarik dimana untuk kelopak bunga akan memutar dan menutup satu dengan lainnya. Bunga akan muncul diujung tangkai sehingga semakin rimbun tanaman maka bunga akan muncul makin banyak dan serempak (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bunga kompak&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian daun mandevilla punya karakter yang meruncing dengan serat daun yang menonjol. Disini daun yang tumbuh tidak terlalu mendominasi dibandingkan mekarnya bunga. Tidak seperti tanaman rambat lainnya yang lebih mendominasi adalah daun sementara bunga hanya muncul di beberapa bagian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suka Panas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang masuk dalam keluarga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apocynaceae&lt;/span&gt; ini memang membutuhkan sinar matahari secara penuh untuk tumbuh. Sehingga saat menanam mandevilla diusahakan menghadap ke arah timur atau barat untuk mendapatkan sinar matahari yang bagus. Keunikan lain tanaman ini adalah mampu berbunga terus tanpa henti dalam satu tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelangsungan hidup tanaman ini juga mampu tumbuh dengan baik meski sudah berusia antara 3-4 tahun. Jelas kelebihan ini jauh dari jenis tanaman lainnya yang mati setelah berbunga. Bahkan selain merambat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mendevilla&lt;/span&gt; juga bisa tumbuh secara menjuntai karena mempunyai batang yang lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan tanaman ini hanya perlu sinar matahari penuh dan penyiraman yang rutin. “Bunga akan lebih banyak keluar bila terkena sinar matahari penuh dan air yang cukup,” terang Badrun. Bahkan bila perlu dilakukan penyiraman pada pagi dan sore hari setiap harinya.&lt;br /&gt;Meski bisa tumbuh baik dalam media tanah/tanpa pot namun bila memungkinkan lebih baik di tanam dalam pot. Sebab kondisi dalam tanah tidak bisa diprediksi karena bila terdapat cacing atau mikroorganisme yang merugikan bisa menghambat pertumbuhan. Apalagi bila sudah menyerang akar pasti tanaman tidak akan bertahan lama dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media dalam pot bisa menggunakan beberapa campuran seperti kompos, sekam bakar maupun pakis. “Sekam dan kompos lumayan bagus, bisa juga ditambahakan cocopeat bila lingkungan sangat panas,” imbuh Badrun. Yang harus diingat bahwa semakin besar ukuran pot maka akar akan lebih mudah bergerak dan akhirnya membuat tanaman tumbuh lebih sehat.Perlawanan terhadap serangga maupun penyakit setidaknya satu bulan sekali disemprot dengan insektisida. Sementara untuk pupuk bisa mengunakan slow release dengan kandungan N dan P yang lebih besar atau pupuk daun yang langsung disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. [wo2k]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cantik Untuk Pagar &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak difungsikan sebagai tanaman naungan namun tidak baku bahwa mandevilla harus sebagai penahan sinar matahari. Beberapa alternatif penempatan lokasi juga bisa dipilih sebab hasilnya juga tidak kalah menarik untuk menyempurnakan eksterior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempercantik pagar banyak dilakukan dengan menanam mandevilla atau bisa juga di rambatkan pada tiang utama teras rumah. Disitu kesan kaku dari bentuk bangunan akan hilang dengan warna hijau daun bunga yang mekar. Bahkan untuk pagar bisa sebagai penyerap debu yang efektif terutama untuk lokasi hunian di samping jalan raya. Selain itu dengan diberikan tanaman merambat maka kesan kaku dan formal dari pagar akan hilang. Karena dengan munculnya bunga akan menimbulkan kesan adem dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kreasi sendiri juga bisa dilakukan dengan membuat penyangga yang dibentuk sesuai dengan keinginan. Bahan yang digunakan bisa beragam mulai dari potongan bambu hingga kawat yang dibentuk sedemikian rupa. Selain bambu dan kawat beberap bahan bisa juga di gunakan sebagai penyangga untuk rambatan seperti tali-temali yang tentunya didesain dengan menarik.Kreasi bentuk penyangga bisa dibentuk sesuai keinginan bahkan bisa menyerupai binatang. “Penyangga berbentuk hewan seperti burung maka mendevilla yang tumbuh juga bisa menyerupai bentuk yang sama,” terang Badrun. Kondisi ini memang menjadi salah satu keunggulan tanaman merambat dimana bentuk tanaman akan menyesuaikan dengan media rambatan. [wo2k] &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-7223699368635309752?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/7223699368635309752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=7223699368635309752' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7223699368635309752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7223699368635309752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/mandevilla-sanderi-tanaman-rambat-yang.html' title='Mandevilla Sanderi: Tanaman Rambat Yang Berbunga'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SA6fmOBCw4I/AAAAAAAAADk/OdjbLmjOqrk/s72-c/Mandevilla+Sanderi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-4748954415675452662</id><published>2008-04-22T19:18:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T19:25:01.496-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KOMPOS'/><title type='text'>PEMBUATAN KOMPOS DARI SAMPAH RUMAH TANGGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" target="_blank" href="http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SA6dpOBCw3I/AAAAAAAAADc/LaV5Oz27jcs/s1600-h/kompos1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SA6dpOBCw3I/AAAAAAAAADc/LaV5Oz27jcs/s320/kompos1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192260751867429746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;        Ditulis oleh Giacinta Hanna     &lt;/span&gt;             &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;p&gt;Sampah Rumah Tangga terdiri dari sampah organik dan anorganik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampah organik dibagi dua yaitu : &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah Organik Hijau (sisa sayur mayur dari dapur)&lt;br /&gt;Contohnya : tangkai/daun singkong, papaya, kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit buah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisa sayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah Organik Hewan yang dimakan seperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah anorganik yaitu berupa bahan-bahan seperti kertas, karton, besek, kaleng, bermacam-macam jenis plastik, styrofoam, dll. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah organik hijau dipisahkan dari sampah organik hewan agar kedua bahan ini bisa diproses tersendiri untuk dijadikan kompos. Sedangkan sampah anorganik berupa plastik dikurangi pemakaiannya, memakai ulang barang-barang yang diperlukan, didaur ulang, yang masih bersih dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah anorganik yang dapat didaur ulang misalnya : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;- kemasan-kemasan plastik untuk dijadikan tas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;- Botol plastik bekas dapat dibuat menjadi tutup gelas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;- Gelas plastik bekas dapat dibuat pot-pot tanaman &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah yang bersih dapat dijual/diberikan pada pemulung. Misalnya karton, kardus, styrofoam, besek, botol, plastik-plastik kemasan makanan, kantong-kantong plastik, koran, majalah, kertas-kertas, dan sebagainya. Jenis-jenis yang bersih ini pisahkan dalam satu kantong, langsung saja diberikan pada pemulung tanpa dibuang ke bak sampah terlebih dahulu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah yang benar-benar kotor dan kita tidak bisa mendaur ulang, tidak layak diberikan pada pemulung. Inilah yang dibuang dalam bak sampah. Dengan demikian kita dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Mendaur Ulang Sampah Dapur Rumah Tangga &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Alternatif 1 : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Siapkan : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Kardus &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Bantalan yang dibuat dari sabut kelapa yang dibungkus dengan kasa nyamuk plastik &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;5-6 kg kompos yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah yang telah dipotong-potong ukuran 2 - -4 cm &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Alat pengaduk &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Karung plastik yang berpori-pori (untuk membungkus kardus) atau keranjang tempat cucian baju kotor (takakura). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Cara membuat : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Letakkan bantalan sabut kelapa diatas adukan kompos + sampah &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Lakukan lapis demi lapis sampai kardus penuh. Kardus disimpan di dalam keranjang (takakura) atau bungkus dengan karung plastik yang berpori. Letakkan ditempat yang tidak terkena hujan dan terik matahari. Setiap 3-4 hari dibuka dan diaduk-aduk, lakukan terus sampai seluruh sampah menjadi hitam, hancur. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah telah berubah menjadi kompos siap pakai/dijual. (untuk dijual, diayak terlebih dahulu). Jika kardus pertama penuh, buatlah kardus kedua, dst. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Alternatif 2 : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Wadah drum, ember plastik atau gentong &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Wadah diberi lubang didasarnya untuk pertukaran udara &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Bahan sampah yang dipotong 2 – 4 cm &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Mikroorganisma pengurai sebagai aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini bisa diganti dengan kompos dari tumbuh-tumbuhan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Air &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Alat pengaduk. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Cara membuat : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Bahan sampah dimasukkan didalam wadah selapis, kemudian ditambahkan kompos atau mikroorganisma pengurai &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Lakukan terus menerus selapis demi selapis sampai wadah penuh &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Disiram dengan air secara merata &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Pada hari ke 5 -7, media dapat diaduk-aduk. Pengadukan diulang setiap lima hari dan dihentikan sampai sampah menjadi hitam dan hancur. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sampah telah berubah menjadi kompos. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Catatan :&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Pengaturan suhu merupakan faktor penting dalam pengomposan. Salah satu faktor yang sangat menentukan suhu adalah tingginya tumpukan. Tumpukan lahan yang terlalu rendah akan berakibat cepatnya kehilangan panas. Ini disebabkan tidak adanya cukup material untuk menahan panas yang dilepaskan sehingga mikroorganisma tidak akan berkembang secara wajar. Sebaliknya bila timbunan terlalu tinggi, akan terjadi kepadatan bahan organic yang diakibatkan oleh berat bahan sehingga suhu menjadi sangat tinggi dan tidak ada udara di dalam timbunan. Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah 1,2 – 2,0 meter dan suhu ideal selama proses pengomposan adalah 40 derajat-50 derajat C. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Untuk mempercepat terjadinya proses pengomposan, maka pH timbunan harus diusahakan tidak terlalu rendah. Namun, pH timbunan yang rendah dapat dicegah dengan pemberian kapur, abu dapur atau abu kayu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Bahan mentah yang baik untuk penguraian atau perombakan berkadar air 50 – 70 %. Bahan dari hijauan biasanya tidak memerlukan tambahan air, sedangkan cabang tanaman yang kering atau rumput-rumputan harus diberi air saat dilakukan penimbunan. Kelembaban timbunan secara menyeluruh diusahakan sekitar 40 – 60 %. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Pada saat pengomposan akan timbul asap dari panas yang dikeluarkan. Hal ini akan mengakibatkan timbunan bahan menjadi kering. Agar hal ini dapat diketahui sedini mungkin, ke dalam timbunan perlu ditancapkan bambu panjang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh Giacinta Hanna&lt;/strong&gt; - untuk kebonkembang.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsitek Lanskap &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-4748954415675452662?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/4748954415675452662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=4748954415675452662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/4748954415675452662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/4748954415675452662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/pembuatan-kompos-dari-sampah-rumah.html' title='PEMBUATAN KOMPOS DARI SAMPAH RUMAH TANGGA'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SA6dpOBCw3I/AAAAAAAAADc/LaV5Oz27jcs/s72-c/kompos1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-2227549006703016303</id><published>2008-04-18T21:53:00.000-07:00</published><updated>2008-04-18T21:54:34.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bunga'/><title type='text'>Bunga Wangi baunya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" target="_blank" href="http://bp3.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SAl69CxoDoI/AAAAAAAAACQ/nvkYVHfMXf4/s1600-h/funeral-flowers.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SAl69CxoDoI/AAAAAAAAACQ/nvkYVHfMXf4/s320/funeral-flowers.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190815234656833154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Bunga bunga yang berbau harum menarik pasangan kekasih, dan peranan biologi bau itu adalah sama: untuk menarik pendebunga (pollinator). Tumbuhan perlu bagi menarik serangga-serangga, kelawar-kelawar dan burung madu untuk memindahkan debunga dan mewujudkan biji benih yang subur," kata Hugh Iltis, profesor emeritus dalam bidang botani di UW-Madison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendebungaan adalah pemindahan debunga tumbuhan (yang sama dengan sperma bagi telur-telur). Beberapa tumbuhan bergantung kepada angin atau graviti, tetapi banyak yang memerlukan haiwan untuk melakukan pengangkutan. Bau bunga itu memberi isyarat kepada pendebunga / haiwan yang mendebunga, bahawa tumbuhan itu telah sedia untuk didebungakan, dan bila binatang-binatang tiba untuk mengumpul debunga dan / atau madu, debunga itu dipindahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bau yang segar, berminyak atau tajam dihasilkan apabila anda menghancurkan sehelai daun atau batang memainkan satu peranan sebagai pertahanan, Iltis berkata. Bau-bau ini datang dari bahan kimia yang biasanya adalah toksik kepada haiwan, dan bertindak sebagai satu tindakan segera yang mengejutkan musuh: bau mereka (dan rasa) adalah teruk, dan kemudian mereka membuat anda sakit jika anda mengabaikan deria-deria dan memberi satu gigitan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-2227549006703016303?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/2227549006703016303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=2227549006703016303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/2227549006703016303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/2227549006703016303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/bunga-wangi-baunya.html' title='Bunga Wangi baunya'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SAl69CxoDoI/AAAAAAAAACQ/nvkYVHfMXf4/s72-c/funeral-flowers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-2066919086265741274</id><published>2008-04-18T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-04-18T21:51:54.816-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADENIUM'/><title type='text'>Adenium Penghias</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" target="_blank" href="http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SAl58yxoDnI/AAAAAAAAACI/FxkWcxNjbbw/s1600-h/Adenium+Penghias.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SAl58yxoDnI/AAAAAAAAACI/FxkWcxNjbbw/s320/Adenium+Penghias.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190814130850238066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;SAAT ini orang sudah tidak takut lagi menanam bunga kamboja di pekarangan rumah. Kesan bunga kuburan layaknya makam-makan di daerah Jawa sudah bergeser. Selain indah bunga kamboja juga sangat eksotis, karena memiliki corak warna pada bunganya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;Apalagi saat ini Kamboja Jepang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Adenium telah menjai tren tanaman penghias teras rumah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;Bagi penghuni komplek perumahan yang memang memiliki type rumah yang kecil, ngga masalah, karena bunga adenium tidak memerlukan media yang luas. Anda cukup menanamnya dalam pot-pot kecil dan menatanya di teras, ruang tamu maupun halaman rumah. Kehadiran bunga adenium tersebut akan menambah semarak rumah anda dengan beraneka warna bunganya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;Adenium saat ini memang menjadi pilihan bagi penggemar tanaman hias, selain harga yang terjangkau, juga karena memiliki keindahan bunga. Dari penampilan fisiknya, kamboja jepang mirip sekali dengan bonsai, terutama pada bagian akarnya. Akar Adenium semakin tua akan semakin membesar sehingga menambah daya tarik tanaman ini, di samping keindahan bunganya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;Tak heran, banyak Adenium yang sengaja ditempatkan di pot bonsai agar akar tanaman itu bisa terlihat indah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;Lima tahun yang lalu orang melihat keindahan adenium dari bentuk akarnya yang besar dan meliuk-liuk. Namun tren saat ini telah berkembang, selain keindahan bonggol atau akarnya yang besar dan indah kini semakin banyak varian warna bunganya. Hal ini terjadi karena adenium sangat mudah untuk di sambung dengan adenium jenis terbaru yang mempunyai warna bunga indah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;Selain bandel terhadap alam karena mudah beradaptasi, perawatannyapun tergolong mudah. Adfenium tahan tidak disiram selama berhari-hari. Ini terjadi karena tanaman adenium berasal dari daerah gurun/ padang pasir.Untuk mendapatkan adenium yang mempunyai bunga yang kita kehendaki, cukup dengan menyambung cabangnya dengan jenis bunga yang di kehendaki.Artinya, bosan dengan bunga berwarna merah, pencinta Adenium bisa menggantinya dengan bunga warna putih asalkan jenisnya masih Adenium&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-2066919086265741274?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/2066919086265741274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=2066919086265741274' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/2066919086265741274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/2066919086265741274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/adenium-penghias.html' title='Adenium Penghias'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SAl58yxoDnI/AAAAAAAAACI/FxkWcxNjbbw/s72-c/Adenium+Penghias.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-6283406505888433676</id><published>2008-04-17T20:09:00.000-07:00</published><updated>2008-04-18T06:47:07.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EPHORBIA'/><title type='text'>MENANAM &amp; MERAWAT EPHORBIA</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SAimOSxoDmI/AAAAAAAAACA/ZOfDsZCL3KE/s320/469066_euphorbia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190581335032860258" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dua tahun yang lalu euphorbia pernah booming di negeri kita. Harga dipasaran termurah saja minimal Rp. 30 ribu/ pot. Seiring dengan semakin banyaknya penangkar, maka jatuh pula harganya. Namun jangan lantas ditinggalkan. Jika anda termasuk pecinta setia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;euphorbia&lt;/span&gt;, dengan sentuhan sedikit sudah akan merubah nuansa dan keindahan euphorbia kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Coba Anda ganti pot hitam yang menjadi media dengan pot yang lebih bagus. Bila kantong kita hanya pas-pasan dan &lt;em&gt;eman-eman &lt;/em&gt;untuk membeli pot keramik, tidak ada salahnya bila tanaman berduri tersebut kita belikan dengan pot plastik yang berwarna. Misal kita ambil tanaman yang mempunyai tinggi sekitar 15 cm.Tentunya tanaman yang sudah siap berbunga. Lantas kita gunakan pot yang sewarna dengan warna bunganya. Pasti terlihat cantik dan anggun. Kita bisa tempatkan dimeja teras atau meja tamu. Pasti nuansa baru akan muncul, cantik, elegan, romantis dan eksklusif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tanaman Pembunuh&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt; yang sering terlewatkan bila melihat keindahan tanaman gurun berduri ini. Sekarang coba kita amati pada tangkai bunganya. Kita raba persis pada tangkai dibawah bunganya. Maka akan terasa lengket seperti ada &lt;i&gt;pulut (getah) &lt;/i&gt;yang menyelimuti tangkai bunga bak pulut yang ditempel pak tani pada orang-orangan perangkap kancil dongeng saat kita kecil dulu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tangkai bunga tersebut terlihat basah seakan mengeluarkan cairan madu dengan aroma yang khas. Warna cairan dan aroma tersebut ternyata mengundang serangga kecil mendekat dan menghisap madu dengan bayangan rasa manis. Nah… saat serangga tersebut hinggap atau merayap pada tangkai bunga, maka tamatlah riwayatnya. Karena dia akan terjebak lengket pada tangkai bunga dan tentu akan mati secara perlahan. Bangkai serangga yang menempel tersebut menjadi nutrisi dan sari makanan pada tanaman euphorbia selain makanan yang diambil dari akarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Bunga Keberuntungan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Euphorbia memang sangat cantik dan eksotis. Bunganya muncul sangat semarak bila terkena sinar matahari penuh. Dengan bentuk bunga seperti angka delapan, maka tak heran banyak yang menganggap dengan menanam bunga berduri ini sebagai bunga yang dapat mendatangkan keberuntungan. Coba lihat lebih detil. Duri yang melindungi batangnya juga terlihat kokoh. Duri-duri ini juga dianggap sebagai penolak bala. Tentunya bagi yang mempercayainya. Sedang yang tidak percaya, anggaplah sebagai penghias rumah yang terlihat cantik menawan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Trik Menanam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tananam cantik ini mempunyai spesies lebih dari 2000. Sebagian memang berasal dari dataran Afrika dan Madagaskar. Daerah yang terkena sinar matahari penuh. Maka bunga ini mudah beradaptasi di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami berikan cara cepat menanam dan memperbanyak euphorbia. Walau banyak cara misalnya dengan cara tanam biji, sambung, stek maupun cara lain. Dibawah ini cara stek yang kami pilih. Selain praktis juga kita tahu secara persis warna bunga apa yang kita kehendaki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Potong cabang yang sehat kira-kira setinggi 10 – 15 cm, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapkan pot yang sepadan dengan bakal tanaman. Usahakan lobang pot dibawah lancar agar air tidak berlebihan yang dapat menakibatkan pembusaukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapkan media tanam berupa tanah, pasir dan sekam. Taburkan dan campur dengan butiran pupuk lambat secukupnya (jangan berlebihan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanam batang euphorbia dengan posisi tegak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siram sampai media terlihat padat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Letakkan ditempat yang agak teduh namun masih ada sinar mataharinya sampai sekitar satu minggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Usahakan media tidak terlalu basah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah mulai tumbuh tunas daun pada pucuknya, pindahkan ditempat yang terkena matahari secara langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perawatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agar euphorbia tumbuh bagus, sehat dengan bunga yang semarak, tentu memerlukan perlakuan tersendiri. Walau pada dasarnya tanaman gurun ini cukup bandel dan mudah perawatannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk tahap awal adalah tahap &lt;i&gt;penyuburan&lt;/i&gt;. Tahap ini bisanya dilalui sekitar satu sampai dua bulan. Pada fase ini, adalah setelah tanaman melewati waktu dua bulan, tanaman akan mulai mengeluarkan beberapa cabang. Daun terlihat sangat subur, lebar dan rindang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tahap berikutnya adalah &lt;i&gt;tahap &lt;/i&gt;penbungaan. Pada tahap tersebut, tanaman harus terkena matahari secara langsung dan penuh sepanjang hari. Siram setiap hari dengan cara menggunakan gembor. Usahakan air yang menyiram tidak terlalu deras dan keras yang menagakibtkan daun tertancap duri atau sobek. Setelah satu minggu akan muncul bunga-bunga kecil diantara sela-sela tajuknya. Bunga tersebut akan terlihat dewasa setelah satu bulan yang ditandai bunga serempak yang cerah dan indah menyesaki seluruh daun-daunnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk merawat agar euphorbia tetap berbunga lebat sepanjang masa, tentu anda juga harus merawatnya. Usahakan agar tanaman terkena sinar matahari secara langsung dan penuh, unsure hara tetap dalam jumlah yang memadai. Berikan pupuk majmuk dengan kadar NPK dimana N rendah dan PK lebih tinggi. Anda bisa menggunakan pupuk padat maupun cair yang saat ini tersedia hamper diseluruh penjual tanaman hias maupun toko-toko pertanian di daerah anda. Selamat mencoba.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-6283406505888433676?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/6283406505888433676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=6283406505888433676' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/6283406505888433676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/6283406505888433676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/menanam-merawat-ephorbia.html' title='MENANAM &amp; MERAWAT EPHORBIA'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_4A4reHhPDMY/SAimOSxoDmI/AAAAAAAAACA/ZOfDsZCL3KE/s72-c/469066_euphorbia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-7103462316202712939</id><published>2008-04-15T10:18:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T10:20:16.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belimbing buluh'/><title type='text'>Belimbing buluh rawat darah tinggi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tidak lama dulu ketika berkesempatan mengunjungi sebuah kampung di Hulu Langat, Selangor saya agak terperanjat. BOleh dikatakan setiap penduduk di kampung itu lebih selesa menggunakan tumbuhan herba.&lt;br /&gt;Dalam merawat apa juga penyakit, mereka lebih selesa menggunakan tumbuhan herba kecuali kalau penyakit itu benar-benat memerlukan perubatan moden.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perubatan alternatif digunakan kerana jarak perjalanan dari kampung itu dengan pekan yang terdekat adalah jauh dan untuk kesana ia memerlukan belanja yang tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kampung itu, tumbuhan herba digunakan dengan pelbagai cara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada yang dibuat jus, dicampurkan dalam masakan tertentu ataupun dijadikan sebagai ulam sayuran.&lt;br /&gt;Aantaranya ialah belimbing buluh. Buahnya seperti buah mengkudu, tetapi warnanya lebih kepada hijau muda dan saiznya agak kecil.&lt;br /&gt;Ketua Pusat Sumber Genetik Tumbuhan, Institut Biosains, Universiti Putra Malaysia (UPM), Dr.Mohd Said Saad memperkenalkan tanaman herba tesebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau menjelaskan, pokok belimbing buluh adalah jenis pokok yang dijadikan pilihan sebagai tanaman dihalaman rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pokok ini senang membesar dan agak rendang. Ia sesuai sebgai pokok teduhan dihalaman rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Berdasarkan pengakuan pengamal perubatan tradisional, mereka menyatakan pokok ini sesuai untuk darah tinggi dan merawat demam panas,” katanya.&lt;br /&gt;Ubat untuk darah tinggi diperolehi daripada buah tumbuhan yang dalam bahasa saintifiknya dipanggil &lt;em&gt;Averrhoa bilimbii&lt;/em&gt; ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Caranya ialah ambil beberapa buah belimbing buluh yang segar dan kemudianya dikisar buah tersebut sehingga lumat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapiskan untuk dapatkan airnya. Campukan sedikit bahan perasa kerana rasanya agak pahit. Minumlah pada waktu pagi ataupun petang,” kata Dr. Mohd Said.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi merawat demam panas pula, ambil beberapa helai daunnya yang segar.&lt;br /&gt;Ramas dedaun itu dengan sedikait air sehingga agak lumat dan dan letakkannya diatas sehelai kain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demahkannya diatas kepala. Lakukan sehingga rasa panas berkurangan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-7103462316202712939?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/7103462316202712939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=7103462316202712939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7103462316202712939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7103462316202712939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/belimbing-buluh-rawat-darah-tinggi.html' title='Belimbing buluh rawat darah tinggi'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-7421682409135678736</id><published>2008-04-14T02:44:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T02:46:02.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adenium obesum'/><title type='text'>Adenium obesum</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/52/Desert_Rose.JPG/240px-Desert_Rose.JPG" height="204" width="199" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tumbuhan renek ini boleh mencapai ketinggian 0.3-1.5 meter. Daunnya berbentuk bulat di hujungnya dan hampir menyerupai sudu. Ia biasanya berkumpul di hujung dahan. Batangnya pula berwarna kelabu dan agak buncit di pangkal serta mengandungi getah. Bunga tumbuhan ini berwarna merah muda dan berbentuk corong.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kesan Keracunan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesan keracunan yang biasa berlaku ialah rasa loya, muntah, mengantuk, denyutan nadi menjadi lemah, tekanan darah menurun, keletihan, sakit perut, degupan jantung yang tidak normal dan anak mata mengembang. Pada kes yang teruk, sawan dan koma akan terjadi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-7421682409135678736?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/7421682409135678736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=7421682409135678736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7421682409135678736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7421682409135678736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/adenium-obesum.html' title='Adenium obesum'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-2211348243420507538</id><published>2008-04-12T09:01:00.000-07:00</published><updated>2008-04-12T09:04:58.099-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peranan Biji'/><title type='text'>Peranan Biji dalam Pembiakan Tumbuhan</title><content type='html'>Pada 26 Februari lalu, Norway telah membuka&lt;strong&gt; bank biji benih &lt;/strong&gt;tanaman yang dikenali sebagai “Svalbard Global Seed Vault” di Pulau Spitsbergen berhampiran bandar Longyearbyen, la menempatkan biji benih tanaman dari seluruh dunia bagi kegunaan masa depan. Tempat simpanan tersebut adalah kebal daripada sebarang bentuk bencana alam dan serangan dari nuklear serta mampu bertahan sehingga 200 tahun dalam keadaan beku sekiranya berlaku pemanasan global atau kerosakan mekanikal dalam sistem penyejukan. Kira-kira 100 juta &lt;strong&gt;biji benih &lt;/strong&gt;dari 100 buah negara didunia telah ditempatkan di sini Biji benih yang disimpan terdiri daripada tanaman yang menjadi makanan asasi negara-negara di dvmia seperti beras, jagung, gandum, barli, kentang dan tumbuhan kekacang.&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;p&gt; &lt;strong&gt; Tumbuhan berbunga&lt;/strong&gt; membentuk kumpulan tumbuhan pengeluar biji yang terbesar. Tumbuhan ini, yang dikenali oleh ahli botani sebagai angiosperma, termasuk sebahagian besar pokok, pokok renek yang dikenali sebagai gimnosperma. Kebanyakan gimnosperma mengeluarkan kon. Biji tumhuhan yang berlainan jenis berbeza-beza saiznya. Pokok kelapa dubel mengeluarkan biji yang paling besar, yang beratnya sehingga 23 kilogram. Sebaliknya, &lt;strong&gt;biji orkid &lt;/strong&gt;adalah terlalu halus, hinggakan 800 000 biji orkid beratnya kurang daripada 30 gram. Biji terdiri dari¬pada tiga bahagian, iaitu embrio, tisu penyimpan makanan dan kulit biji. &lt;strong&gt;Embri&lt;/strong&gt;o ialah bahagian biji yang tumbuh menjadi tumbuhan matang. la mengandungi bahagian-bahagian yang tumbuh menjadi akar primer, iaitu akar pertama yang tumbuh; batang; dan daun pertama pada tumbuhan baru. Embrio juga mem¬punyai satu atau lebih struktur khusus, bak daun yang dikenali sebagai kotiledon.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biji &lt;/strong&gt;terbentuk hasil daripada pembiakan seks apabik sperma (sel seks jantan) bersatu dengan telur (sel seks betina). Pengeluaran sel-sel sperma dan telur dalam tumbuhan biji melibatkan beberapa langkah yang rumit Mula-mula organ pembiakan jantan dan betina pada tumbuhan mengeluarkan sel-sel mikroskopik yang dikenali sebagai spora. Spora menjadi gametoflt, yang sebenarnya ialah tumbuhan yang hidup dalam organ pembiakan &lt;strong&gt;tumbuhan induk&lt;/strong&gt;. Organ pembiakan pada angiosperma berada dalam bunganya. Organ pembiakan betina dikenali sebagai pistil.&lt;strong&gt; Ovari, &lt;/strong&gt;yang mengandungi dua atau lebih ovul, membentuk tapak pistil yang bulat. Tiub yang dikenali sebagai stall menganjur ke atas dari ovari dan berakhir dalam hujung yang rata yang dikenali sebagai stigma. Organ pembiakan jantan dikenali sebagai stamen.&lt;strong&gt; Stamen&lt;/strong&gt; mempunyai hujung yang membesar dikenali sebagai anter. Pertumbuhan biji bermula dengan pembahagian sel dalam ‘ovul dan dalam anter. Pembahagian sel ini mengeluarkan spora. Pada kebanyakan tumbuhan, satu spora dalam setiap ovul men¬jadi tumbuhan betina yang halus ini mengeluarkan satu sel telur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Biji ialah sumber makanan utama &lt;/strong&gt;untuk berjuta-juta manusia di seluruh dunia. Biji bagi bijirin seperti jagung, oat, padi dan gandum digunakan untuk membuat banyak keluaran makanan seperti roti, bijirin sarapan dan tepung.Bagi tumbuhan yang dikenali sebagai legum yang termasuk kacang, pis dan kacang tanah juga penting sebagai sumber makanan. &lt;strong&gt;Minyak sayur&lt;/strong&gt; yang digunakan dalam masakan diperoleh daripada biji tumbuhan seperti jagung, kacang tanah, kacang soya dan bunga matahari. Di samping itu, pengilang menggunakan minyak ini untuk membuat marjerin,. minyak salad dan lelemak. Perasa dan rempah ratus seperti adas, biji sawi dan lada hitam diperoleh daripada biji dan biji juga digunakan dalam pengeluaran bir, kopi, koko dan minuman lain. &lt;strong&gt;Biji &lt;/strong&gt;juga digunakan dalam pembuatan banyak keluaran bukan makanan. Minyak biji ialah ramuan utama dalam bahan pencuci, sabun, cat dan varnis. &lt;strong&gt;Tepung jagung&lt;/strong&gt; daripada endosperma biji jagung digunakan dalam pembuatan perekat, biji letupan, dan keluaran lain. Kebanyakan makanan haiwan ternakan juga terdiri daripada biji jagung, oat dan bijian lain. Sesetengah biji, termasuk biji deadly nightshade dan tumbuhan minyak jarah membekal-kan bahan yang boleh digunakan dalam ubat.&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-2211348243420507538?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/2211348243420507538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=2211348243420507538' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/2211348243420507538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/2211348243420507538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/peranan-biji-dalam-pembiakan-tumbuhan.html' title='Peranan Biji dalam Pembiakan Tumbuhan'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-1084830573194032769</id><published>2008-04-09T21:47:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T21:49:44.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKAN CUPANG'/><title type='text'>IKAN CUPANG</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Pamer sirip dan ekor untuk menarik lawan jenis.    &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;Siap melibas lawan dalam arena&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Hampir pasti, penggiila ikan hias tentu kenal dengan ikan yang satu ini. Mulai dari anak – anak sampai orang dewasa sudah tidah tidak asing lagi. Ya … tak lain dia adalah si cantik Cupang. &lt;span id="more-95"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:blue;"  &gt;&lt;a target="_blank" href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/02/cupang.jpg" title="cupang.jpg"&gt;&lt;img src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/02/cupang.thumbnail.jpg?w=184&amp;amp;h=141" alt="cupang.jpg" style="width: 166px; height: 177px;" align="left" height="141" width="184" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Nama yang sangat mudah di ingat. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Bahkan saat ini banyak dijajakan di depan anak sekolah. Ikan cupang memang sangat menawan. Baik ikan cupang aduan maupun hias sama-sama eksotis dan menarik para hobiis ikan hias.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Harganyapun beragam, mulai dari yang seharga lima ratus rupiah sampai puluhan juta ada. Anda yang berminat tinggal memilih dan menyesuaikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Bagi anak-anak SD tentu akan memilih cupang aduan yang harganya relative terjangkau. Lihat saja, didepan sekolah banyak orang mulai menjajakan ikan air tawar ini. Bagi anak kecil mengadu ikan cupang mempunyai keasikan sendiri. Selain lucu juga khas. Disana tidak ada ikan yang mati atau berdarah. Biasanya saat diadu ikan akan mengembangkan sirip dan ekornya. Nah saat inilah keindahan cupang aduan terlihat cantik dan menawan. Bagi anak kecil tentu bukan keindahan yang mereka cari. Namun justru kehebatan yang dinantikannnya. Biasanya saat diadu ada bagian sirip dan ekor yang robek karena terkena sabetan sirip lawan. Dalam beberapa hari sirip dan ekor tersebut akan kembali tumbuh kembali. Ikan yang amenang tentu akan mengejar terus menerus. Sedang yang kalah akan berlari berputar dalam toples kaca. Saat seperti inilah yang menandakan aduan harus berhenti. Ikan yang kalah akan diambil dan dipisahkan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Inilah yang lebih bergengsi. Ikan cupang hias. Cupang yang satu ini tentu mempunyai harga yang lebih mahal dibanding saudaranya yang mempunyai nasib kurang baik, karena sering diadu oleh anak-anak. Cupang hias mempunyai ciri menawan dari keindahan tubuhnya. Mulai dari ekor, sirip sampai sisiknya terlihat menawan. Dalam toples akan terlihat anggun. Bila betina disandingkan, maka sang jantang dengan serta merta akan mengembangkan sirip dan ekornya sembari berengang meliuk liuk. Rayuan cupang jantang pada betina ini yang biasanya ditunggu penghobi untuk menentukan harga ikan. Karena saat tersebut keindahan ikan bisa dilihat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Tidak hanya sampai disitu. Dikota-kota besar saat ini, penggemar ikan cupang juga banyak mendirikan perkumpulan. Sehingga kegiatannyapun juga semakin banyak untuk bisa menampilkan ikan kesayangannya tersebut. Bahkan saat ini didaerah maupun kota banyak diselenggarakan kontes keindahan ikan cupang dengan hadiah yang cukup menawanmenarik. Bagi pemenangnya sendiri tentu ada kembaggaan tak ternilai. Biasanya saat pelaksanaan kontes juga dibarengi dengan lelang cupang. Tak sampai disitu saja, sang jawara saat dilelang tentu juga akan naik harganya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Varietas baru juga terus bermunculan. Ini disebabkan rasa tak puas para penggila ikan ini untuk menemukan jenis dan tren baru. Kawin silang terus meneruss dilakukan. Hasilnya saat ini mungkin sudah ratusan varietas baru yang terlahir dari indukan silangan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;a target="_blank" href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/cupang-hias.jpg" title="cupang / serit"&gt;&lt;img src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/cupang-hias.thumbnail.jpg?w=127&amp;amp;h=123" alt="cupang / serit" align="left" height="123" width="127" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut Aman Rahmat, warga Perum Beringin Putih Ngaliyan yang pernah memenangi kontes se Jawa di Pasaraya Sri ratu Semarang. Harga yang dibeli akan sebanding dengan kualitas ikan yang didapat. Beliau yang juga pengurus Apihis Semarang mencontohkan, cupang asal Thailand yang dibeli dengan harga 4 juta dua bulan sebelum kontes, akhirnya terjual&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;7,7 juta setelah menjuarai kontes tersebut. Tentu harga itu tidak semudah bayangan kita . Aman Rahmat harus merawat selama dua bulan dengan perlakuan khusus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Anda tertarik…. ? bisa mulai dengan memelihara cupang yang seharga ribuan atau kalau sudah sangat hobi bisa memilih yang harga ratusan ribu hingga jutaan, tentu tergantung selera dan tujuan. Selamat memelihara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-1084830573194032769?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/1084830573194032769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=1084830573194032769' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/1084830573194032769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/1084830573194032769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/ikan-cupang.html' title='IKAN CUPANG'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-7026176813169427188</id><published>2008-04-08T18:53:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T21:51:05.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chiroptera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pupuk guano'/><title type='text'>PUPUK KOTORAN KELELAWAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;color:maroon;"  &gt;K&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;eberadaan kelelawar bagi kita sudah bukan binatang asing lagi. Mamalia dari ordo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:Georgia;" &gt;Chiroptera&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Georgia;" &gt;yang bisa terbang ini memang mempunyai perbedaan dan kekhasan tersendiri disbanding binatang terbang lain, misalnya burung. &lt;span id="more-111"&gt;&lt;/span&gt;Kelelawar mempunyai dua tangan layaknya binatang lain. Tangan yang digunakan untuk aktifitas memegang benda tersebut berkembang menjadi sayap. Kelelawar terbang dengan mengandalkan frekuensi suara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.gif" title="kelelawar"&gt;&lt;img src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.thumbnail.gif" alt="kelelawar" align="left" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Namun pada tulisan kali ini bukan masalah gelombang suara yang akan kita bincangkan. Biarlah masalah gelombang suara dibahas oleh ahlinya. Kita akan membincangkan sisi lain dari kelelawar yang terlupakan namun kalau mau kita manfaatkan tentu akan mendatangkan manfaat yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keberadaan kelelwar bagi ekosistem memang tidak bisa kita pandang sebelah mata. Lihatlah pada keseimbangan alam dinegeri kita tercinta ini. Kelelawar mempunyai peranan yang sangat penting. Hamper setiap malam kelelawar mencari makan dari buah-buahan dan dari buah-buahan yang dimakan tersebut kelelawar memancarkan biji-biji buah tersebut keberbagai lokasi yang jaraknya berkilo-kilo meter. Sebagai penyerbuk tanaman yang bernilai ekonomis, mulai dari jambu, duwet, ace, petai, kapuk, keluwih, cendana dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Georgia;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Satu lagi yang tak kalah hebatnya. Kotoran kelelawar ternyata juga menjadi pupuk yang &lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.jpg" title="kelelawar.jpg"&gt;&lt;img src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kelelawar.thumbnail.jpg" alt="kelelawar.jpg" align="right" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;sangat bagus. Karena kotoran kelelawar khususnya yang hidup digua-gua yang ada di Indonesia mengandung senyawa organik. Kotoran kelelawar yang dalam dunia pertanian disebut &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pupuk guano&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;mengandung nitrogen, fosfor dan potassium sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar dan pembuangan serta kekuatan batang tanaman. Kotoran kelelwar yang sudah mengendap lama dalam dasar gua akan bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. Pupuk seperti inilah yang saat ini sedang dicari sebagai pengganti pupuk dari bahan kimia. Selain lebih ramah lingkungan juga tidak mengandung efek lain yang ditimbulkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anda ingin mencoba. Saat ini telah banyak tersedia dipasaran khususnya di tempat penjual tanaman hias dan pupuk di kota anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-7026176813169427188?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/7026176813169427188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=7026176813169427188' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7026176813169427188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7026176813169427188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/pupuk-kotoran-kelelawar.html' title='PUPUK KOTORAN KELELAWAR'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-6925132910971590589</id><published>2008-04-06T20:30:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T21:50:53.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADENIUM'/><title type='text'>TIP MENGATASI BUSUK AKAR DAN BONGGOL PADA ADENIUM</title><content type='html'>&lt;span class="judul1"&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:blue;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;color:maroon;"   &gt;Awas …! Hati-hati bagi pemilik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adenium&lt;/span&gt; pada saat ini. Hujan yang terus menerus bisa merusak tanaman anda. Hujan memang berkah bagi umat manusia. Karena dengan hujan tanaman akan bersemai dan tanah menjadi subur. Namun juga harus waspada dan hati-hati bagi pemilik tanaman gurun, seperti adenium dan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;color:maroon;"   &gt;&lt;span class="judul1"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/adenium-busuk-akar.jpg" title="adenium-busuk-akar.jpg"&gt;&lt;img src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/adenium-busuk-akar.thumbnail.jpg?w=164&amp;amp;h=137" alt="adenium-busuk-akar.jpg" align="left" height="137" width="164" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Coba kita tengok dan amati adenium kita, bila daun banyak menguning, rontok dan batang terlihat layu, kemungkinan tanaman kita mengalami busuk akar hingga bonggol.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;color:maroon;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;color:maroon;"   &gt;Perlu diwaspadai, tanaman adenium memang rentan terhadap air. Saat ini hujun turun dengan curah yang sangat tinggi. Bila media tanam basah dan terlalu banyak menyimpan air yang berlebihan, kemungkinan tanaman kita akan menjadi busuk.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;color:maroon;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;color:maroon;"   &gt;Bila adenium anda mengalami hal tersebut, busuk akar sampai bonggol, jangan buru-buru dibuang. Masih ada jalan keluar. Bahkan bila anda merawatnya dengan benar dan jeli, kemungkinan adenium anda akan mempunyai bentuk yang artistik dan lebih indah. Dibawah ini adalh tip merawat adenium yang mengalami pembusukan akar hingga bonggol.&lt;/span&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Langkah-langkah menangani adenium busuk akar dan bonggol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Cabut adenium dari potnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Bersihkan dari tanah/ media yang menempel pada akar/ bonggol dengan cara dicuci pada air yang mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Potong dengan pisau tajam/ cutter bonggol yang membusuk hingga hilang secara keseluruhan akar dan batang yang membusuk (bonggol busuk biasanya berair lebih banyak, warna kusam hingga hitam). Bila ada celup larutan fungisida.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Keringkan dengan cara digantung hingga terkena sinar matahari penuh 2 hingga 4 hari sampai bekas sayatan menjadi kering dan mengeras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Raba bagian bekas sayatan/ potongan hingga terasa keras, kering dan tidak mengeluarkanair &lt;span&gt; &lt;/span&gt;lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Tanam kembali pada media kering sampai 2 hari ditempat teduh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Setelah 2-4 hari siram media tanam dengan air secukupnya (jangan berlebihan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Tempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara tak langsung (missal ; dibawah paranet, teras rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Pasca Penanaman Kembali&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Setelah tanaman ditanam kembali jangan bingung bila adenium akan rontok daunnya. Bahkan kadang hanpir seluruh daun akan menguning dan rontok. Kadang juga akan muncul bunga pada ujung batang. Hal itu biasa.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Penyiraman hanya bersifat memancing metabolisme. Pada saat tersebut tanaman sedang pada masa penyesuaian dan pemulihan. Jadi jangan berlebihan air. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Bila tunas-tunas baru telah muncul, berarti tanaman anda telah siap untuk ditempatkan kembali pada area yang bisa langsung terkena sinar matahari penuh.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Semoga tip ini bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;color:maroon;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;(tumbuh.wordpress.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-6925132910971590589?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/6925132910971590589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=6925132910971590589' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/6925132910971590589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/6925132910971590589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/tip-mengatasi-busuk-akar-dan-bonggol.html' title='TIP MENGATASI BUSUK AKAR DAN BONGGOL PADA ADENIUM'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-4737940629756249983</id><published>2008-04-04T18:54:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T21:51:31.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anthurium'/><title type='text'>Syarat Hidup Anthurium</title><content type='html'>Tanaman &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anthurium &lt;/span&gt;termasuk tanaman yang bandel dan tidak manja. Jadi, memiliki dan merawat tanaman anthurium tidak repot. Tanaman ini, misalnya, tak butuh pemangkasan seperti pada tanaman cemara udang. Juga tak terlalu digemari kutu atau hama seperti pada tanaman sikas.&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Anthurium juga dikenal sebagai tanaman dari keluarga arracae yang paling mudah beradaptasi dengan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting, jangan abaikan beberapa persyaratan hidup dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. LOKASI:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada  dasarnya, di Indonesia, tanaman anthurium dapat beradaptasi dengan baik di segala tempat: baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Namun untuk menjamin pertumbuhan anthurium yang bagus, daerah atau lingkungan tumbuh ideal bagi anthurium adalah di dataran menengah (medium) sampai dataran tinggi (antara 600 m – 1.400 m dpl).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. SUHU:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anthurium daun tumbuh ideal di dataran sedang yang bersuhu 24—28º C pada siang hari dan 18—21º C pada malam hari. Karena pada suhu tersebut menyebabkan perangsangan produksi klorofil (zat hijau daun) lebih banyak, sehingga warna daunnya menjadi lebih hijau. Namun, tanaman yang gampang perawatannya ini juga dapat beradaptasi dengan baik di daerah dataran rendah yang bersuhu 28—31º C pada siang hari dan 21—25º C pada malam hari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. KELEMBABAN:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kelembapan adalah jumlah kandungan air di udara pada suatu lokasi. Anthurium dapat hidup pada kelembapan cukup tinggi, yakni 60—80%. Kalau kelembapan kurang dari 60%, tanaman akan cepat layu. Sedangkan, jika kelembapan lebih dari 80% akan memicu tumbuhnya jamur pada media sehingga mengancam kesehatan tanaman. Penyiraman pada tanah atau semprotan air yang lembut pada tanaman dapat meningkatkan kelembapan.  &lt;/span&gt;Untuk mengukur kelembaban, gunakan Higrometer, alat pengukur suhu, yang bisa dibeli di toko2/ apotek di kota anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. SINAR MATAHARI:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tanaman yang hidup di daerah menengah dan tinggi, Anthurium tidak tahan terhadap panas matahari langsung. Tanaman anthurium yang menerima sinar matahari secara langsung atau berlebihan akan mengalami dehidrasi: daun-daunnya mongering atau hangus terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya bila kekurangan cahaya juga dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu. Misalnya, daun menjadi pucat atau lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ideal, anthurium membutuhkan tempat yang semi teduh (semi naungan). Kira-kira, lingkungan yang  menerima sinar matahari dengan intensitas cahaya sekitar 30-60 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tinggal di dataran rendah seperti Jakarta, atau Surabaya, sebaiknya menggunakan &lt;em&gt;shading net&lt;/em&gt;, yang berukuran 65% atau jika lokasi Anda di dataran menengah bisa menggunakan shading net berukuran 55%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E. ANGIN DAN SIRKULASI UDARA:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Angin dan sirkulasi udara berkaitan erat dengan hal-hal yang sudah sebut di atas. Dalam kondisi suhu udara meninggi, maupun  rendah sirkulasi udara bisa menjaga kestabilan kelembaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;F. AIR&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Seperti halnya pada tanaman lain, air merupakan unsur penting untuk pembentukan akar, cabang, daun dan bunga. Namun dalam soal air, bagi Anthurium bisa dibilang, “malu-malu tapi mau”. Tepatnya, dia membutuhkan media tanam yang lembab. Penyiraman hanya dilakukan bila media telah kering. Media yang becek tergenang air, tidak bersahabat bagi tanaman ini. Kebanyakan air siraman, bisa membuat anthurium celaka, karena akar anthurium membusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman sebaiknya dilakukan dua hari sekali hanya bila cuaca panas atau pada musim kemarau. Tapi bila musim hujan, lihat kondisi dulu. Kalau media masih basah, penyiraman tidak perlu dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Kalau bisa, selalu gunakan air yang bersih dan bebas dari pencemaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;G. MEDIA TANAM:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;Media tanam memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan kesehatan anthurium.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;1. Syarat Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="margin-top: 0in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;Derajat keasaman (pH) media tanam yang ideal bagi anthurium adalah 6—7. Namun, anthurium masih mungkin hidup di media ber-pH 5,5 atau 6,5. Pada pH 7 atau netral, anthurium dapat tumbuh optimal karena ketersediaan unsur hara pada media terpenuhi dan ada jaminan kemampuan akar dalam menyerap nutrisi atau zat hara. Angka pH sangat penting karena berpengaruh pada kandungan unsur hara di media. Media disebut masam (tanda media miskin hara) jika angka pH di atas 7, dan disebut basa jika pH ada di bawah angka 7. Pada kondisi media asam, . umumnya cendawan lebih mudah tumbuh, meski ada juga cendawan yang tumbuh pada media ber-pH netral atau sedikit basa seperti jamur fusarium.&lt;br /&gt;Cara untuk menaikkan pH media tanam, taburkan dolomit secara bertahap. Dolomit mengandung kalsium dan magnesium karbonat.  Sebaliknya jika media dianggap terlalu basa, kita bisa menaburkan belerang pada media tanam. Cara yang paling praktis, ganti saja media tanamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;Porositas adalah kemampuan media dalam menyerap air. Tingkat porositas tanaman di setiap daerah berbeda-beda. Di daerah dataran rendah yang berudara panas, sehingga tingkat penguapannya tinggi, media harus mampu menahan air sehingga tidak mudah kering. Sedangkan di daerah dataran sedang dan tinggi yang umumnya sering hujan, gunakan media berporositas tinggi atau tidak boleh mengikat air terlampau banyak. Komposisi media yang digunakan sangat menentukan tingkat porositasnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;Steril artinya media harus terbebas organisme yang dapat menyebabkan penyakit, seperti bakteri, spora, jamur, dan telur siput. Cara melakukannya cukup gampang, ada yang mengukus media tanam, menjemur seharian di terik matahari, menyiram media dengan air panas, ada juga yang merebus pupuk kandang sebelum digunakan. Cara lainnya yang sering dipraktikkan adalah menebarkan Furadan atau Basamine G ke media tanam untuk meracuni semut atau cacing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;2. Jenis dan Komposisi Media Tanam&lt;br /&gt;Bahan organik yang digunakan bisa berupa pupuk kandang, kompos, humus, cincangan pakis, serutan kayu, dan arang. Komposisi media yang digunakan bisa berbeda-beda untuk setiap petani atau nurseri, tergantung pada iklim setempat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;Berikut beberapa variasi komposisi media yang selama ini dianggap ideal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Pakis dan Sekam bakar (arang sekam) dengan perbandingan 1 : 4. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Sekam bakar dan pupuk kandang yang difermentasi dengan perbandingan 1: 1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Cacahan pakis dan kadaka (1:1).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Pakis, humus, dan pupuk kandang (1:1:1).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;Fungsi masing-masing komponen media:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Pakis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; mempunyai rongga udara yang banyak, membuat akar tanaman bisa berkembang dengan nyaman dan memperoleh air dengan mudah. Pakis dikenal sebagai bahan campuran media yang bisa menyimpan air dalam jumlah cukup, sekligus drainase dan aerasinya mantap. Daya tahannya sebagai bahan media juga baik, yakni tidak mudah lapuk. Sangat layak digunakan di daerah dengan curah hujan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Sekam bakar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; dianggap memiliki daya serap terhadap air yang sedikit, tetapi aerasi udaranya sangat baik. Sekam disarankan sebagai bahan campuran media, tetapi digunakan sekitar 25% saja, karena dalam jumlah banyak akan mengurangi kemampuan media dalam menyerap air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Pupuk kandang,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; baik berupa kotoran unggas atau ternak, atau humus dianggap memiliki kandungan N yang sangat menunjang dalam pembentukan daun, menjadikan daun lebih sehat dan segar serta membentuk sel dan jaringan pada tanaman. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Disarankan, setiap komponen dari media tersebut, disterilkan, guna menjaga tanaman terhindar dari jamur dan bakteri. Sterilisasi yang lazim dilakukan adalah dengan mengukus atau menyiram dengan air panas terlebih dulu  pada komponen-komponen tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;(Dikutip dari buku &lt;em&gt;Pesona Anthurium Daun&lt;/em&gt; karangan Kurniawan Junaedhie, Penerbit Agromedia Pustaka, Jakarta) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-4737940629756249983?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/4737940629756249983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=4737940629756249983' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/4737940629756249983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/4737940629756249983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/syarat-hidup-anthurium.html' title='Syarat Hidup Anthurium'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-1618874059384476547</id><published>2008-04-03T08:26:00.001-07:00</published><updated>2008-04-03T08:26:43.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KANTONG SEMAR'/><title type='text'>KANTONG SEMAR</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="margin: 0pt; line-height: 15.6pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Nepenthes adalah tanaman unik. Tanaman karnivora ini termasuk tanaman langka  ang dilindungi, hal tersebut dikarenakan Nepenthes/ kantong semar semakin langka karena adanya pembukaan hutan dan banyaknya orang yang memburu keberadaannya, tanpa mencoba untuk melestarikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 15.6pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;span id="more-116"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 15.6pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.jpg" title="kantong-semar-1.jpg"&gt;&lt;img src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar-1.thumbnail.jpg?w=131&amp;amp;h=191" alt="kantong-semar-1.jpg" style="width: 196px; height: 254px;" align="left" height="191" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Di Indonesia banyak sebutan diberikan pada tanaman karnivora ini, ada yang menyebut kantong semar, periuk monyet, kantong beruk, ketakung, sorok raja mantra dan masih banyak lagi. Tanaman merambat ini hidup di tanah-tanah lembap yang sedikit nutrisi makanan/ &lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;miskin hara. Namun ada juga yang menempel pada tanaman &lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;inang (epifit).  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 15.6pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;Keindahan tanaman ini dapat dilihat dari Kantongnya yang merupakan ujung daun yang berbentuk kantong dan berfungsi menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;img src="http://tumbuh.files.wordpress.com/2008/03/kantong-semar.thumbnail.jpg?w=137&amp;amp;h=151" alt="kantong-semar.jpg" style="width: 196px; height: 253px;" align="right" height="151" width="137" /&gt;Perbanyakan tanaman Nepenthes dilakukan melalui stek batang, biji dan memisahkan &lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: maroon; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;anakan. Umumnya Nepenthes yang hidup terrestrial di dataran rendah tumbuh di tempat-tempat yang berair atau dekat sumber air pada substrat yang bersifat asam. Nepenthes juga membutuhkan cahaya matahari intensif dengan panjang siang hari antara 10-12 jam setiap hari sepanjang tahun, dengan suhu udara antara 23-31°C dan kelembaban udara antara 50-70%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-1618874059384476547?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/1618874059384476547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=1618874059384476547' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/1618874059384476547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/1618874059384476547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/kantong-semar.html' title='KANTONG SEMAR'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-850589476489562830</id><published>2008-04-01T20:24:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T21:08:33.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rafflesiana'/><title type='text'>Nepenthes yang Mudah Dipelihara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_4A4reHhPDMY/R_MGpj_aD2I/AAAAAAAAABA/wnZpH3Dqxec/s1600-h/Rafflesiana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_4A4reHhPDMY/R_MGpj_aD2I/AAAAAAAAABA/wnZpH3Dqxec/s320/Rafflesiana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184494907139166050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rafflesiana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nepenthes yang Mudah Dipelihara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Kantongnya bisa membunuh serangga, bahkan tikus. Orang biasa menyebutnya nepenthes atau kantong semar. Saat ini di Tanah Air, ia mudah dijumpai di pulau Kalimantan, Papua, Bogor, dan Malang. Namun dari sekian banyak jenis nepenthes, hanya beberapa jenis yang mudah dan familiar di-budidaya di Indonesia. Mau tahu?Bentuknya unik, karena daunnya menggantung dan memiliki kantong. Untuk itulah, tanaman ini biasa disebut sebagai tanaman kantong semar. Ia juga terkenal sebagai tanaman karnivora (karena memakan serangga), tapi keindahan tanaman ini membuat sifat sangarnya kian hilang berubah jadi senang.Nephentes atau kantong semar merupakan satu diantara banyak tanaman yang hanya bisa tumbuh dan berkembang di daerah habitatnya. Di Indonesia sendiri, habitat asli nepenthes adalah di pulau Kalimantan dan Papua. Maka tak jarang, tanaman ini biasa disebut dengan sebutan epidemik atau tempat hidupnya hanya di satu daerah.Kolektor dan Pembudidaya Nepenthes di Bogor, Abdul Kadir, mengatakan kalau faktor cuaca, alam, suhu, kelembaban, dan keasaman tanah jadi faktor mengapa tanaman ini susah berkembang di daerah lain. Namun bukan tanpa celah, bila kita men-setting lingkungan sesuai dengan keadaan habitatnya, maka tanaman ini pun bisa hidup dengan normal dan baik.Kantong semar kini juga kian memasyarakat, karena tanaman ini mulai bisa beradaptasi pada lingkungan apapun. Biasanya tanaman ini hanya bisa tumbuh di daerah asal (Kalimantan dan hutan hujan lain, red). Tapi, karena kebiasaan pecinta tanaman ini membawa ke daerah lain seperti Bogor, membuat tanaman ini beradaptasi dengan baik, bahkan dalam hal pertumbuhan di lingkungan yang berbeda, ujar Abdul.Maka jangan heran, kini kantong semar banyak dijumpai di beberapa daerah. Bahkan di daerah dataran rendah, seperti Jakarta dan Semarang. Banyaknya varian yang mudah beradaptasi, sepertinya tak cukup bagi kantong semar untuk siap meroket. Aneka warna dan bentuk yang unik, disebut-sebut faktor di balik popularitas kantong semar.Banyaknya varian nepenthes, membuatnya kian diminati. Terlebih untuk saat ini, tanaman hias bak kebutuhan yang selalu dicari orang. Tak hanya bentuk kantong, tanaman yang biasa ditemukan di beberapa sudut hutan hujan ini sekarang sudah bermain warna. Beberapa jenis warna mulai dari yanggelap hingga cerah, seakan jadi formula sendiri bagi tanaman ini untuk menghipnotis setiap orang.Beberapa jenis kantong semar di Indonesia yang kini namanya mulai disebut-sebut pecinta nepenthes dan tentunya mudah di-budidaya, antara lain jenis mirabilis, bicalcarata, rafflesiana, dan masih banyak lagi.Dengan warna mencolok dan bentuk kantong unik, beberapa jenis tersebut dari catatan kami dalam tiga bulan terakhir, kini kian dicari orang untuk dikoleksi, imbuh Abdul.&lt;b&gt;Rafflesiana si Kantong Terompet&lt;/b&gt;Jenis satu ini memiki bentuk serba besar. Tak hanya kantong dan daunnya, batang yang merambat sampai ke atas bisa sampai belasan meter, tergantung dari media rambatnya. Bahkan jika dibiarkan merambat, jenis ini tak ubahnya pohon besar dengan ranting yang banyak. Jenis ini memiliki aneka variasi warna. Tak hanya hijau, pada jenis ini juga sering dijumpai warna merah dan putih.Jenis ini biasanya namanya dibedakan jadi dua, yaitu refflesiana merah dan rafflesiana putih, tandas Abdul.Umumnya, saat usia kecil dan remaja, warna merah atau putih pada kantong belum terlihat dominan. Hanya warna hiau yang biasa menghias seluruh bagian kantong tanaman. Setelah beberapa bulan, biasanya bintik-bintik mulai muncul dan semakin tua usia kantong, maka makin dominan warna aslinya. Memiliki kantong berukuran agak besar (bila dibandingkan dengan ukuran kantong semar rata-rata), membuat tanaman ini memiliki identitas sendiri.Tak hanya dari segi ukuran, kantong yang menggantung ini pun, kian tua bentuknya semakin unik. Jika dilihat sekilas, kantong dalam jenis ini menyerupai bentuk terompet, sehingga banyak orang biasa menjulukinya dengan sebutan kantong semar terompet. Keistimewaan jenis ini juga ada pada giliran tumbuh kantongnya. Semakin tinggi letak kantong, biasanya makin bagus bentuknya. Umumnya, kantong bawah akan cepat tua dan kering.&lt;b&gt;Bicalcarrata, Kantongnya Bertaring&lt;/b&gt;Tipe satu ini lebih terlihat seram. Sebab, jenis ini bak drakula dengan taring yang keluar dari tutup kantong. Tak ubahnya hewan buas, sekilas tanaman ini tak ubahnya ular beracun yang siap mematok. Daunnya berwarna hijau dengan kombinasi dan gradasi warna merah dan gelap. Sekilas, jenis ini tak jauh beda dengan jenis kantong semar lain.Jika di alam bebas, jenis ini biasa merambat dan mengisi setiap sudut yang ia lewati.Bentuk kantongnya agak bulat simetris dan sebesar telur ayam, sehingga meski dilihat sekilas, tanaman ini mudah dikenali. Warna gelap dan tuanya sering ada di seluruh bagian kantong.Meski begitu, hal paling mencolok pada jenis ini adalah taring yang muncul dari kantongnya. Besarnya taring, membuat kita bisa langusng melihatnya, meski hanya sekilas. Bak gigi hewan buas, ada dua buah taring yang menempel pada tutup atas kantong. Jika dibanding dengan ukuran kantongnya, bagian ini terlihat cukup panjang (sekitar 1 cm dan tinggi kantong + 5 cm).Taring yang keluar juga terlihat di luar kantong alias menghias di beberapa bagian depan kantong. Sekilas, satuan taring ini mengingatkan kita pada gergaji yang memiliki banyak duri. Di balik itu, jenis bicalcarata masih memiliki warna eksotik. Biasanya, warna tersebut akan muncul jika kita membersihkan dan merawat kantong jenis ini dengan benar.Selain itu, juga ada beberapa jenis nephentes lain yang memiliki keunikan pada warna dan bentuk. Sebut saja hotlips, ampularia, dan eutachya. Selain warna-warna cerah sebagai ciri, aneka bentuk yang berbeda satu dengan lain, membuat tanaman ini kian bervariasi. [hyo]Mengenal Asal Muasal NepenthesGenus nepenthes (kantong semar, bahasa Inggris: tropical pitcher plant), termasuk dalam familia monotypic. Ia terdiri dari 80-100 spesies, baik yang alami maupun hibrida. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis dunia lama. Kini meliputi negara Indonesia (55 spesies, 85%), Tiongkok bagian selatan, Malaysia, Filiphina, Madagaskar, Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka.Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatera. Tapi sekitar 90% jenisnya atau variasi jenis paling banyak di dunia ada di pulau Kalimantan. Pertumbuhan tanaman ini bisa mencapai tinggi 15-20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya.Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam. &lt;b&gt;[ary]&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-850589476489562830?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/850589476489562830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=850589476489562830' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/850589476489562830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/850589476489562830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/04/rafflesiana-dan-nepenthes-yang-mudah.html' title='Nepenthes yang Mudah Dipelihara'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_4A4reHhPDMY/R_MGpj_aD2I/AAAAAAAAABA/wnZpH3Dqxec/s72-c/Rafflesiana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-2656615039660956271</id><published>2008-03-31T09:18:00.000-07:00</published><updated>2008-03-31T09:19:12.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekayasa Genetika'/><title type='text'>Rekayasa Genetika, Menumbuhkan Harapan dan Menyembunyikan Ancaman</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;Oleh DM Utomo&lt;/p&gt; &lt;/b&gt;&lt;p&gt;Tidak ada kemajuan teknologi yang memberikan harapan begitu besar untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan, yang menjanjikan kemungkinan penyembuhan berbagai macam penyakit manusia atau membudidayakan tanaman dan hewan jauh lebih baik dari pada saat sekarang, seperti rekayasa genetika&lt;i&gt; (genetic engineering).&lt;/i&gt; Modifikasi sifat-sifat genetik tanaman, hewan atau organisme lainnya sudah diupayakan manusia sejak ribuan tahun yang lalu untuk mendapatkan sifat-sifat yang lebih menguntungkan. Namun baru kira-kira 20 tahun terakhir ini kemajuan luar biasa telah berhasil dicapai melalui rekayasa genetika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salah satu bentuk rekayasa genetika adalah berupa tanaman transgenik yang akhir-akhir ini banyak diributkan kehadirannya di Indonesia. Di masa-masa mendatang tanaman transgenik dan berbagai produknya akan semakin banyak memasuki Indonesia, suatu hal yang tak terhindarkan. Kita tidak perlu antipati terhadapnya, karena kita dapat menyikapinya dengan melakukan seleksi secara arif dan bijaksana, mana produk yang banyak memberikan manfaat dan mana yang membawa bencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;                                               &lt;b&gt;Harapan Dan Janji&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Melalui teknik &lt;i&gt;recombinant DNA&lt;/i&gt; (penggabungan DNA) para ahli biologi dapat secara langsung memindahkan dan merakit berbagai bahan genetik yang dikehendaki yang berasal dari makhluk yang berlainan spesies. WH Velander, H Lubon, dan W N Drohan dalam majalah Scientific American 1997 menyatakan bahwa mereka telah berhasil mengintroduksikan &lt;i&gt;gen&lt;/i&gt; manusia yang berperan memproduksi hormon pertumbuhan ke dalam embryo sapi secara transgenik, dengan harapan nantinya sapi tersebut akan mampu memproduksi susu yang mengandung protein &lt;i&gt;alpha-1-antitrypsin.&lt;/i&gt; Protein tersebut hanya terdapat dalam jumlah sangat sedikit dalam darah manusia, sehingga upaya memproduksinya secara tradisional memerlukan donasi darah dalam volume yang sangat besar. Di samping itu proses pembuatannya rumit, memakan waktu lama serta biaya besar. Sedangkan dengan cara rekayasa genetika, proses produksi berlangsung secara biologis dalam tubuh ternak, dengan hasil alamiah yang mengandung berbagai protein lainnya yang juga bermanfaat bagi manusia. Para penderita&lt;i&gt; hemophilia&lt;/i&gt; sangat memerlukan jenis protein tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Untuk menanggulangi sejenis penyakit infeksi pada tanaman, para peneliti telah mengisolasikan&lt;i&gt; gen&lt;/i&gt; bakteri yang secara alamiah memproduksi sejenis zat beracun.&lt;i&gt; Gen&lt;/i&gt; tadi berhasil ditanam pada bakteri lainnya yang biasa tumbuh pada akar tanaman, sehingga tanaman tersebut dapat terbebas dari hama yang sering menyerangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Untuk mengatasi tanah yang berkadar garam tinggi, para ahli telah berhasil merakit&lt;i&gt; gen&lt;/i&gt; yang tahan terhadap kadar garam tinggi pada tanaman oats. Tanaman padi juga tidak lepas dari upaya rekayasa genetika. Sedang dicoba mentransfer gen bakteri ke rantai DNA padi, agar memungkinkan tanaman padi menyerap unsur-unsur hara dari dalam tanah secara sangat efisien sehingga produksinya dapat meningkat tajam. Di lain laboratorium padi Rojolele, Cisadane, Bengawan Solo dan beberapa varietas unggul lainnya sedang dicoba dimuati&lt;i&gt; gen&lt;/i&gt; bakteri lain, agar tanaman tahan terhadap hama penggerek batang lepidoptera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salah satu upaya&lt;i&gt; brillian&lt;/i&gt; lainnya dari rekayasa genetika adalah dalam mengatasi menurunnya tingkat kesuburan tanah, yaitu dengan mentransplantasikan&lt;i&gt; gen&lt;/i&gt; yang memungkinkan tanaman&lt;i&gt; non-leguminoceae&lt;/i&gt; dapat mengikat nitrogen bebas di udara. Apabila ini berhasil petani akan sangat terbantu menghemat pupuk. Langkah ini akan mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk buatan yang berlebihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Namun masih banyak ilmuwan yang khawatir terhadap kehadiran makhluk baru yang kandungan dan susunan genetisnya berbeda. Masih banyak pertanyaan yang menggantung dan belum pasti jawabnya. Apakah bakteri hasil rekayasa genetika yang dilepas ke alam bebas ini akan terus memberikan manfaat atau akan menimbulkan bencana di kemudian hari ? Apakah susu produksi sapi yang direkayasa genetiknya benar-benar terjamin hanya mengandung protein yang bermanfaat dan tidak ada yang berbahaya ? Kita belum tahu, dan kita hanya bisa menduga-duga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Para ahli sependapat bahwa, sekali makhluk baru hasil rekayasa genetika (apakah itu tanaman, hewan atau organisme lain) itu dilepaskan ke alam bebas, dan apabila makhluk tersebut merugikan kehidupan manusia maka akan sangat sulit sekali serta memerlukan biaya sangat besar untuk mengendalikannya. Sepanjang makhluk tadi tidak berbahaya dan tidak merugikan manusia/alamnya tidak apa-apa, tetapi kalau sebaliknya maka tentu saja ceritanya akan lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sebagian ahli berpendapat bahwa rekayasa genetik merupakan cara sembarangan&lt;i&gt; (robust)&lt;/i&gt; karena hasil dan dampaknya tidak dapat dipastikan. Keunggulan rekayasa genetik khususnya teknik&lt;i&gt; transfer gen (transgenic)&lt;/i&gt; adalah mampu mempercepat berlangsungnya proses evolusi kehidupan secara alamiah. Cara memanipulasi genetik dengan transfer&lt;i&gt; choromoson&lt;/i&gt; dari satu spesies ke spesies lainnya sangat berbeda dengan perubahan genetik yang terjadi secara alamiah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Saat ini rekayasa genetika berada pada titik puncak ilmu pengetahuan walaupun usianya relatif masih muda. Ilmu ini menawarkan banyak ragam kemungkinan bagi pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kesehatan. Bersamaan dengan itu revolusi ilmu pengetahuan telah membawa sesuatu yang tidak diketahui : "apa yang berada di ujung terowongan ?" Lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya ?&lt;/p&gt; &lt;b&gt;&lt;p&gt;Ancaman Tersembunyi&lt;/p&gt; &lt;/b&gt;&lt;p&gt; Hasil berbagai riset yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa kritikan terhadap rekayasa genetika terutama mengenai potensi bahayanya, banyak diberitakan media massa secara tidak proporsional. Banyak ilmuwan yang setuju bahwa bakteri hasil rekayasa genetika sebenarnya tidak berbahaya bagi ekosistem. Setidaknya ada dua penelitian yang membuktikan bahwa&lt;i&gt; gen&lt;/i&gt; bakteri yang ditransfer pada biji tanaman hanya menetap di sekitar perakaran. Bakteri hanya berpindah tempat di sekitar daerah perlakuannya dengan jarak jelajah yang dekat dalam jangka waktu tertentu. Masalahnya mungkin para pengritik mengkhawatirkan dampak yang ditimbulkan bakteri dalam jangka panjang. Konsekuensi yang ditimbulkan dapat mengganggu keseimbangan alam yang barangkali baru terlihat bertahun-tahun kemudian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Para pendukung rekayasa genetika keberatan kalau kegiatan ini dilarang. Bagi mereka harapan yang dapat diraih melalui revolusi teknologi rekayasa genetika jauh lebih berharga dari pada kerusakan yang mungkin timbul dan masih belum jelas betul apakah benar akan terjadi atau tidak. Keuntungan yang telah diraih dari hasil sapi super, kapas transgenik&lt;i&gt; (Cotton Bt gen),&lt;/i&gt; dan berbagai produk transgenik lainnya jauh lebih besar dari pada ancaman bahaya yang masih remang-remang wujudnya. Bahkan banyak ilmuwan dan ahli lingkungan hidup yang berubah pikiran setelah menimbang, mengkaji, dan berdiskusi dalam berbagai forum seminar dengan para ahli rekayasa genetika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;           &lt;b&gt;Menimbang Secara Arif&lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Para ahli mengingatkan agar dunia industri dan pertanian transgenik benar-benar dimonitor dan organisme baru yang akan dilepas harus sudah lulus uji meliputi berbagai aspek. Kita harus menyadari bahwa organisme baru hasil rekayasa genetik seakan-akan mirip "makhluk asing" yang baru hadir di lingkungan kita. Sejarah mengajarkan bahwa introduksi atau pengenalan terhadap hal-hal baru dipenuhi dengan cerita kegagalan dan sering mengakibatkan penderitaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Beberapa pencinta lingkungan hidup dengan bijak mengingatkan bahwa biaya, tenaga, dan waktu yang telah dikeluarkan untuk rekayasa genetika sangat besar, namun hanya sedikit perhatian serta alokasi biaya yang dikerahkan untuk meneliti potensi bahayanya. Oleh karena itu cara yang paling bijak adalah dengan memahami dan mengantisipasi potensi bahaya yang kemungkinan muncul sebelum melepaskan organisme baru ke alam bebas. Fasilitas pengembangan rekayasa genetika harus didukung standar baku operasional yang sangat ketat, agar tidak ada organisme baru lolos tanpa dikehendaki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Selanjutnya kita harus selalu waspada, arif dan bijaksana dalam mencari manfaat sebesar-besarnya dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sedapat mungkin menghindarkan efek negatifnya. Waktu nantinya yang akan membuktikan benar atau salahnya hasil karya dari rekayasa genetika, manusia hanya bisa berusaha sembari secara bijak menetapkan pilihan dalam meniti langkah. Hanya Allah SWT yang Maha Tahu ujung dari kehidupan ini akan berakhir. Amin.&lt;/p&gt; &lt;b&gt;&lt;p&gt;DM Utomo,&lt;br /&gt;pemerhati masalah lingkungan,&lt;br /&gt;alumni Program Master Clemson University, AS.&lt;/p&gt; &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-2656615039660956271?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/2656615039660956271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=2656615039660956271' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/2656615039660956271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/2656615039660956271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2008/03/rekayasa-genetika-menumbuhkan-harapan.html' title='Rekayasa Genetika, Menumbuhkan Harapan dan Menyembunyikan Ancaman'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38291996.post-7993120371337202769</id><published>2007-06-29T22:25:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T21:07:25.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anthurium'/><title type='text'>Anthurium a wave of love  (Anthurium Gelombang Cinta)</title><content type='html'>Anthurium a wave of love  (Anthurium Gelombang Cinta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman hias layaknya hobi yang tergantung pada tren yang tengah berlangsung. sering terjadi naik turunnya hargauntuk waktu lalu harga aglaonema sempat menjadi tanaman yang paling dicari oleh para pecinta tanman hias. Karena permintaan itulah maka hargannya menjadi sangat mahal, lihat saja perdaun harh\ganya mencapai jutaan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada April 2004, widuri hanya Rp 750.000 per lembar, kini bisa mencapai 2 kali lipat. Setahun lalu harga adelia Rp 60.000 per daun kni Rp 350 s/d 400 ribu per helai.Sementara Hot Lady naik dari Rp 900.000 per lembar menjadi Rp 1.5 juta per helai.Jenis Tiara mencapai Rp 1 juta per daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sosok anthurium menjadi incaran.tanaman yang juga dikenal dengan sebutan bunga ekor kii menjadi buruan.Yang paling dicari selain Jenmani, Anthurium a wave of love atau gelombang cinta menjadi tren saat ini.&lt;br /&gt;Keunikannya berupa gelombang pada bibir daun sehingga disebut gelombang cinta.Panjang daun sekitar 20 cm.Meski tidak ada bunganya tapi tetap saja diminati.&lt;br /&gt;Untuk yang tingginya 40 cm harganya bisa mencapai Rp 4,5 juta.&lt;br /&gt;Mau murah ada : Rp 5000 dengan usia 1 bulan dan 2 lembar daun.&lt;br /&gt;Salam pecinta bunga hias…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;bunga&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/38291996-7993120371337202769?l=tanamanhewan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/feeds/7993120371337202769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=38291996&amp;postID=7993120371337202769' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7993120371337202769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38291996/posts/default/7993120371337202769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamanhewan.blogspot.com/2007/06/anthurium-wave-of-love-anthurium.html' title='Anthurium a wave of love  (Anthurium Gelombang Cinta)'/><author><name>Welly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
